Kitty Clock

Blogger TemplatesMy Blogger TricksAll Blogger Tricks

Blog Archive

About Me

Foto Saya
Scha
Scha adalah siswi MAN Kota Kediri 3 dan Scha adalah CALON PEMIKIR MASA DEPAN.
Lihat profil lengkapku
RSS

Kenapa Mendung Berwarna Gelap?


Kita biasa berasumsi kapan datangnya hujan dengan melihat warna dan kondisi awan. Iya nggak? Biasanya nih, kita menyimpulkan bahwa akan turun hujan ketika awan di atas kita berwarna gelap dan bergerombol-gerombol. Dan memang benar, jika awan semacam ini muncul atau yang biasa kita sebut awan mendung, nggak lama setelahnya pasti hujan akan turun. Pertanyaannya, kenapa saat akan menurunkan hujan, awan harus berwarna hitam, kenapa bukan warna lain? Hmm...


Sampai detik ini, kita tahu bahwa udara yang ada di sekitar kita ini penuh dengan unsur air akan tetapi dalam bentuk gas atau uap air. Udara dingin naik ke atas lapisan atmosfer yang lebih tinggi dan menyebabkan partikel air dalam bentuk gas atau uap air ini mengembun sehingga kemudian terbentuklah awan.


Udah pada tahu kan warna biru langit berasal darimana? Yup, warna biru yang kita lihat pada langit berasal dari pembiasan cahaya matahari. Cahaya putih matahari ketika dihamburkan akan menghasilkan warna-warna merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu dalam bentuk gelombang. Atmosfer Bumi kita satu frekuensi dengan gelombang pendek, dan coba tebak yang mana gelombang pendek diantara gelombang-gelombang itu! ‘Tul, gelombang biru. Itulah mengapa langit berwarna biru. Akan tetapi, berbeda dengan awan, dia tidak membiaskan warna biru melainkan menyebarkan semua warna cahaya sehingga akhirnya membentuk warna putih seperti yang kita lihat biasanya dalam kondisi normal. Nah, kalau warna gelap pada awan mendung itu muncul karena awan menghalangi dan menyerap semua cahaya dari matahari sehingga warna gelaplah yang terlihat dari bumi. So, semakin gelap awan yang kita lihat, semakin tebal air yang ada untuk ditembus sinar matahari. 

Eh, jangan salah, meskipun awan itu terlihat ringan melayang di langit, tapi sebenarnya dia mengandung berton-ton air untuk ditumpahkan ke Bumi dalam bentuk hujan. Kok bisa? ukuran butiran air dan kristal es yang membentuk awan mendung sangatlah kecil. Itu sebabnya butiran-butiran air yang sangat ringan tidak jatuh, melainkan melayang-layang di udara. Gini deh, pernah lihat butiran debu yang terlihat melayang-layang ketika pancaran sinar matahari masuk melalui jendela atau celah? Nah,kira-kira seperti itulah butiran-butiran air dan es di awan mendung.

Yup, Semoga Bermanfaat :D


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar